RSS

4 JUNI

Seharusnya tulisan ini aku posting kemarin, tetapi karena terlalu capek (terkuras gara-gara habis kuliah Workshop Penelitian), maka jadilah ia dipublikasikan hari ini.. (kayak berita apa aja..).

Baiklah..kenapa judulnya adalah 4 Juni, bukan tanggal yang lainnya? Itu karena cerita yang menyangkut tanggal itu beserta orang yang menulis ini begitu unik sehingga sangat sulit untuk dilupakan (mau dilupakan gemana.. habis efeknya terlalu besar (T_T). Disatu sisi, tanggal ini merupakan tanggal bahagia bagi seseorang, tetapi sekaligus dihari yang sama merupakan hari yang penuh menguras air mata (ciee.. )Ceritanya dimulai dari zaman Ken Arok (hehe..becanda :P), beberapa waktu yang lalu. Setelah bertungkus lumus mengerahkan seluruh tenaga, pikiran, dan hati (berhenti napa pake kata hiperbola.. – sorry), akhirnya selesai-lah perbaikan terakhir yang aku lakukan sebelum mengajukan skripsi-ku pada dosen pembimbing. Rasanya senang sekali melihat begitu banyak tabel dan grafik yang berwarna-warni, yang mana pembuatannya telah menyita sehari penuh waktuku pada hari itu.

Jam menunjukkan pukul dua pagi, sejenak kualihkan pandanganku ke seputar kamar yang (sorry) begitu berantakan dengan segala macam kertas, buku, dan makanan (hehe..jadi malu). Sejenak aku berpikir, apa sebaiknya aku langsung menge-print saja seluruh berkasnya biar besok pagi tinggal aku bawa ke kampus. Setelah bergelut beberapa lama dengan pikiranku, akhirnya kuputuskan untuk istirahat saja dan melanjutkan kegiatanku untuk melihat output-nya besok pagi, sekaligus mengisi tinta printer yang sudah hampir kering. Aku menekan tombol off dan membiarkan komputer-ku mati dengan sendirinya seraya melangkah ke tempat tidur dan mematikan lampu. Detik demi detik, setelah beberapa menit mencoba untuk tidur, aku merasa komputer-ku masih berpendar menyala dan terdengar suara dengung yang menunjukkan bahwa ia masih beraktivitas. Alhasil aku langsung beranjak dari tempat tidur dan menuju ke arah meja belajarku untuk melihat apa gerangan yang sedang terjadi.

Sejenak mataku terpana melihat layar monitor yang berpendar kelam memperlihatkan beberapa bait kalimat yang menyatakan.. bahwa.. sesuatu sedang membersihkan seluruh isi data komputer-ku. Karena shock aku langsung mematikan komputer-ku tanpa mempedulikan prosedur yang benar. Aku kembali berjalan ke tempat tidur, terduduk mencoba menenangkan pikiranku seraya berharap bahwa ini hanya sekilas mimpi buruk yang akan segera berlalu jika pagi muncul.

Sehabis melakukan segala aktivitas pagi, aku dengan perasaan penuh takut dan gelisah mencoba menyalakan kembali komputer, sambil berdoa di dalam hati. Aku sangat khawatir karena jika terjadi apa-apa pada berkas skripsi-ku itu, aku tidak akan dapat mengumpulkannya hari itu sedangkan jadwal ujian pendadaran sudah ditentukan. Yang paling parah adalah aku belum sempat membuat kopiannya di alat penyimpan data manapun, sehingga itu adalah satu-satunya berkas yang sudah terkoreksi dan terformat dengan baik.

Tuliit.. tuliit.. 

Bait kalimat itu muncul kembali dengan tambahan bahwa ia telah berhasil ‘membersihkan’ dengan baik data komputer-ku. OH TIDAAAK!!!  Astaghfirullah.., yang dapat kuingat hanyalah, aku berjalan keluar kamar dengan langkah gontai lalu terduduk di samping telepon. “Mbak, gemana skripsi-nya? Duh, kayak habis ngelihat hantu aja?”. Aku hanya bisa memandanginya dan berkata dalam hati, “Iya, aku habis melihat hantu komputer kok..”. Aku hanya bisa terdiam, tidak sanggup mengatakan padanya karena aku tidak mau merusakkan hari itu yang kebetulan adalah hari ulang tahunnya temanku.

Yah, begitu-lah singkat ceritanya kenapa aku sangat dan tidak mungkin melupakan hari bertanggal 4 Juni tersebut. Sebuah virus lokal yang ternyata tidak hanya menyerang komputer-ku tetapi juga sebagian besar komputer yang berada di daerah tempat aku melaksanakan studi saat itu (hehe..ternyata dosen pembimbing-ku juga mengeluhkan hal yang sama, jadi aku bukan satu-satunya ternyata..). Untunglah setelah aku cari-cari, akhirnya aku menemukan sekeping disket lama yang berisikan draft skripsi-ku (hehe..zaman jadul banget), lalu mengetik ulang berdasarkan berkas-berkas yang lama (yang untungnya belum aku kilo-kan untuk dijual ke barang loak, hehe :P) 

So, hari itu aku agak sedikit bingung untuk menentukan suasana hatiku. Aku turut berbahagia buat teman tersayangku (hey Nita kriwil, dirimu dimana sekarang..?), tapi juga bersedih hati karena berkas skripsi tersayangku juga menghilang dari peredaran, huahaha..ha.. hiks..hiks.. (^_T)

Yah, itu adalah sedikit cerita tentang masa lalu-ku yang kalau aku kilas balik, jadi terlihat begitu manis dan jadi lucu kalau mengingatnya. So what can I conclude is that, experience is the best teacher to make us understand.. and never miss a minute of your time as maybe there is something so valuable to it that you may never catch them back again. 🙂

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: