RSS

Bangga Jadi Orang Indonesia … (1)

28 Jun

Aku menulis tentang ini, tidak hanya untuk yang merasa telah lahir di Indonesia tapi juga untuk yang memiliki darah keturunan Indonesia. Topik ini aku rasa perlu untuk dibahas karena akhir-akhir ini rasa nasionalisme khususnya kita sebagai warganegara Indonesia dimana pun kita berada agak berkurang. Sedih rasanya melihat keadaan Indonesia saat ini yang sedang didera berbagai macam permasalahan, mulai dari bencana alam, transportasi, situasi politik, pemerintahan dan kehidupan bernegara yang masih dalam lingkaran setan korupsi (KKN) dan kurangnya keberanian dalam penegakan hukum, dan yang terakhir masalah ketidakadilan dan penyiksaan TKI kita di luar negeri. Terus apa kaitannya dengan rasa nasionalisme? Ini tentu saja membuat segelintir dari kita merasa ’muak’ sekaligus kasihan.
Karena seringnya negara kita mengalami hal-hal di atas, terus bagaimana cara kita mengakhiri semua masalah tersebut? Hehe… pertanyaan yang sangat sederhana bukan? Tapi apakah jawaban / solusinya akan sesederhana itu juga?

Kalau menurutku, salah satu cara kita mengatasi beberapa dari masalah di atas adalah dengan merasa ’Bangga jadi orang Indonesia’. He… kenapa cuma begitu? Sebentar dulu… Coba perhatikan psikologi orang yang bangga akan sesuatu. Sesuatu yang dibanggakan itu sudah tentu suatu yang sangat dijaga tingkat kesempurnaannya. Kalau tingkat kesempurnaannya rendah, tentu ia tidak akan bangga akan hal tersebut, bukan? Seperti seorang ibu yang bangga karena memiliki anak yang pintar dan berprestasi. Atau seseorang yang bangga akan mobil Ferrari yang dimilikinya. Karena perasaan bangga tersebut, timbul keinginan untuk mendukung setiap kebutuhan yang diperlukan demi menjaga tingkat kesempurnaan yang telah berhasil dicapai, agar dapat terus memegang predikat tersebut. Bukankah begitu? Si ibu akan selalu memperhatikan dan berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi perkembangan pendidikan anaknya. Sedangkan orang yang bangga memiliki Ferrari… haha, sudah tentu tidak akan membiarkan setitik debu atau goresan pun yang mengukir di mobil kesayangannya.

Begitu juga yang terjadi jika kita merasa bangga sebagai orang Indonesia. Indonesia sebenarnya adalah negara yang sangat beruntung, dilihat dari berbagai aspek kehidupan. Mulai dari wilayah yang luas, letak geografis yang strategis, sumber daya alam dan manusia yang melimpah, dan lain-lain. Tinggal kita memberdayagunakannya dengan sebaik mungkin. Sebenarnya jika semua hal di atas dapat kita optimalkan, bukan tidak mungkin kita bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Asia seperti Jepang dan China. Bangga dong jadi orang Indonesia yang negaranya ’kaya’! Dengan memiliki perasaan tersebut, kita akan berfikir untuk mulai dan akhirnya selalu berbenah, meningkatkan potensi kita dan tidak lupa untuk instrospeksi diri, serta berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi negara kita. Perasaan bangga ini juga dapat membantu menyembuhkan beberapa penyakit masyarakat yang selama ini menjadi akar dari beberapa permasalahan yang kita hadapi seperti bencana banjir, korupsi (KKN) dan lain-lain. Lho… kok bisa? Ya iya-lah, masak kita mau bangga memiliki prestasi dalam hal-hal tersebut? Orang yang bangga akan siapa dirinya, akan mencoba meminimalisir atau memperbaiki segala yang menjadi kekurangan dirinya. Bukankah begitu, teman-teman?!

Sebenarnya masalah-masalah yang kita hadapi saat ini dapat dihindari kalau kita menerapkan kebiasaan berkehidupan yang baik. Contoh yang sederhana saja, membiasakan membuang sampah pada tempatnya. Jika kebiasaan ini dilakukan oleh segenap lapisan masyarakat, kita tidak akan dipusingkan oleh masalah banjir dan dampak penyakit yang dibawanya. Begitu juga masalah korupsi (KKN). Tahukah kalian bahwa penyakit masyarakat ini berawal dari sikap yang sangat sepele, yaitu menyontek? Mungkin banyak yang akan tertawa atau mengolok, ”saya pernah menyontek tapi saya tidak pernah korupsi”. Jangan salah! Yang diperhatikan disini adalah ’keberanian’ yang timbul akibat dari awal suatu yang tidak sempurna, dalam upaya untuk meraih kesempurnaan. Hehe… rumit ya! Gampangnya begini, sebenarnya setiap orang punya target dalam setiap aktivitas yang dijalaninya. Si A punya target untuk lulus, sedangkan ia merasa tidak siap (kurang PD) dalam menghadapi ujian (Hehe… hari gini ga PeDe, ke laut aja!!). Karena takut tidak lulus, ia ’mengizinkan’ dirinya (dalam hal ini memberanikan diri) untuk berbuat curang alias menyontek. ’Mengizinkan’ diri disini berarti mensahkan sesuatu yang ia tahu pasti merupakan suatu kesalahan. Keberhasilan dalam melakukan kecurangan-kecurangan kecil inilah yang memupuk ’keberanian’ seseorang untuk melakukan korupsi (KKN). Jadi mulai sekarang, terapkanlah slogan ini dihati kalian, ”STOP MENYONTEK!!” Korupsi juga sama dengan berbohong (memutar balikkan fakta). Bukankah ada pepatah yang mengatakan, ”kecil-kecil bohong, besarnya jadi maling”.

Ingat, masalah-masalah yang terjadi / menimpa negara kita, awalnya sebenarnya berasal dari titik-titik kecil ketidaksempurnaan (atau dalam bahasa realitanya, oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab). Kasarnya, jika dalam setiap 10 orang ada 1 oknum seperti ini, bayangkan saja jika dalam 200 juta penduduk.
10=1
100=10
1000=100
10000=1000
100000=10000
1000000=100000
10000000=1000000
100000000=10000000  x 2 = 20.000.000 orang oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kalau kita kaitkan dengan masalah banjir akibat sampah, jika 1 oknum membuang 1 tas plastik sampah yang rata-rata beratnya 100 gr / hari tidak pada tempatnya, bagaimana kalau oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini sebanyak 20.000.000 orang di seluruh Indonesia? Lingkungan kita akan ditumpuki sampah seberat 2.000.000.000 gr / 2.000.000 kg sampah perhari. Belum sampah / polusi yang lain. Yucks!! Menjijikkan bukan! Jadi tidak heran jika kita sering mengalami banjir, selain dari beberapa akibat faktor alam lainnya. Beberapa akibat dari faktor alam yang menyebabkan bencana inipun awalnya berasal dari manusia juga. Global Warming atau Pemanasan Global yang kita hadapi sekarang ini adalah hasil dari dampak sikap tidak bertanggung jawab manusia pada alam yang terjadi selama berkurun-kurun waktu. Ini termasuk bergesernya fase dan periode musim hujan dan musim kemarau serta angin yang dialami Indonesia saat ini. Siapa yang harus disalahkan? Jawabannya sudah ada, tinggal kita sendiri berupaya untuk mengoreksi diri sedini mungkin agar dapat, paling tidak mengurangi dampak dari masalah-masalah yang menimpa negara kita saat ini.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 28, 2007 in Indonesiaku

 

One response to “Bangga Jadi Orang Indonesia … (1)

  1. masham3d

    Maret 27, 2008 at 6:10 am

    semoga anggota KPK membaca comment yang bermanfaat ini ……………….

     

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: